Tiba di Sukabumi, Bule Jerman Ini Keliling Dunia Pakai Sepeda


Daniel Roesler (35) seorang bule asal Hamburg, Jerman, berkeliling dunia dengan sepeda miliknya. Pria ini mengaku tidak menemukan kesulitan saat berkomunikasi dengan penduduk dunia. Karena, menurut dia, senyuman jadi bahasa universal yang menggambarkan keramahan.
Dalam waktu 9 bulan Daniel sudah menempuh jarak 13.943 kilometer dan mengunjungi 10 negara, termasuk Indonesia. Beragam kultur yang berbeda dirasakan Daniel sepanjang perjalanannya. Penduduk Indonesia disebut Daniel ialah salah satu negara paling ramah masyarakatnya. BESTPROFIT

"Saya berangkat Februari tahun ini, lebih dulu terbang menggunakan pesawat dan memulai perjalanan bersepeda di Kathmandu Nepal, India, Thailand, Vietnam, Kamboja, Laos, Myanmar, Malaysia dan sekarang di Indonesia," tutur Daniel kepada awak media di markas Komunitas Sepeda Watjana, Jalan RH Didi Sukardi, Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (28/11/2018). BEST PROFIT

"Asia memiliki penduduk yang paling ramah. Sebelum berkomunikasi, cukup tersenyum, maka keramahan akan mulai terasa," kata pria yang di negaranya bekerja sebagai pengajar bahasa Inggris.


Menurut Daniel, berkeliling dunia menggunakan sepeda ialah cita-citanya sejak lama. Dia dapat merasakan sendiri perubahan suhu dan cuaca antar negara, merasakan keindahan wisata tiap negara, dan menikmati makanan berbeda-beda rasa.

"Rata-rata satu bulan saya berdiam di satu negara sebelum melanjutkan perjalanan. Di tiap negara, yang pertama kali saya cari adalah tempat wisata atau ikon dari negara tersebut, setelah itu makanannya," ucapnya.

"Dengan bersepeda saya juga mengalami pengalaman spiritual yang hebat saat sendiri menyusuri jalanan yang jauh dari rumah-rumah penduduk. Kemudian saat di keramaian bertemu dengan mereka yang akan menjalankan ibadahnya, ada beragama Hindu, Buddha, Kristen, Islam dan banyak lagi kepercayaan yang dianut," tutur Daniel.

Di Sukabumi, Daniel hanya tinggal selama satu malam. Rencananya hari ini dia melanjutkan perjalanan menuju Bandung. Di Sukabumi, dia bermalam di anggota komunitas Sepeda Watjana yang diketahuinya melalui saran seorang warga.


"Tiba Selasa (27/11) kemarin, saya bertanya ke penduduk dimana komunitas sepeda di tempat ini. Mereka menunjukkan saya ke komunitas ini, lagi-lagi bahasa senyum membuat saya nyaman dan merasakan keramahan. Sebagai buktinya, saat bangun pagi, pisang goreng dan secangkir kopi sudah disediakan pemilik rumah," ujarnya sambil tertawa.
Di Indonesia, Daniel akan mengakhiri petualangannya setelah lebih dulu menjejakkan ban sepedanya di Bali. Usai di Balu, dia akan melanjutkan perjalanan ke Timur Tengah.

"Negara tujuan saya selanjutnya adalah Oman, Iran, Irak dan banyak lagi negara lain di Timur Tengah. Target saya Juli 2019 saya sudah berada kembali di negara saya," kata Daniel.


Daniel rajin mengunggah foto-foto negara yang telah dikunjungi pada akun Instagram miliknya bernama Richtungsreisend. Selain itu, momen perjalanannya bisa dilihat langsung pada aplikasi traveling Polarstep dengan nama akun Daniel Von Vito. 

Comments

Popular posts from this blog

Kasus Covid-19 Melonjak, Polres Bogor Gelar Patroli Besar-Besaran

Serangan di Suriah, Biden: Iran Harus Berhati-hati

Pesawat Militer Meksiko Jatuh, 6 Tentara Tewas Termasuk Pilot