Deretan Sandera Asing yang Dieksekusi Mati Selama 'Kekhalifahan' ISIS

Kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) diketahui banyak mengeksekusi mati warga negara asing yang disandera oleh mereka. Mulai dari wartawan Amerika, wartawan Jepang hingga relawan kemanusiaan asal Amerika dan Inggris serta warga negara Norwegia dan China, semuanya tewas dipenggal ISIS. 
Pada Sabtu (23/3) lalu, Pasukan Demokrarik Suriah (SDF) yang didukung koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS) menyatakan ISIS telah dikalahkan total. Markas terakhir ISIS di Baghouz, Suriah telah berhasil dikuasai SDF. Bendera SDF dikibarkan di gedung-gedung Baghouz sebagai buktinya. BESTPROFIT

Seperti dilansir AFP, Senin (25/3/2019), pada masa kejayaannya, ISIS banyak melakukan eksekusi kejam yang seringkali direkam kamera untuk ditampilkan ke dunia sebagai video propaganda. Eksekusi mati yang dilakukan ISIS sangat keji, dengan beberapa sandera dipenggal di depan kamera dan ada yang dibakar hidup-hidup. BEST PROFIT

Video pemenggalan Foley juga menunjukkan Sotloff, seorang reporter AS, yang dikawal seorang militan ISIS berpakaian serba hitam. Dalam video itu, si militan ISIS memperingatkan bahwa Sotloff juga akan dibunuh, jika Presiden AS saat itu, Barack Obama, tidak menghentikan serangan udara terhadap ISIS di Irak. 

Baik Foley maupun Sotloff sama-sama memakai seragam oranye yang mirip dengan seragam yang dipakai tahanan terorisme di Guantanamo, Kuba atau di Abu Ghraib, Irak yang dikelola AS. 

Pada 2 September 2014, ISIS mengklaim telah memenggal Sotloff. Diketahui bahwa Sotloff bertahun-tahun bekerja sebagai wartawan di beberapa negara muslim, sebelum dilaporkan diculik di Suriah pada Agustus 2013. 

Dalam video yang diposting bersamaan klaim pemenggalan itu, Sotloff terlihat berlutut di sebuah gurun dengan di dekatnya terdapat seorang pria bermasker yang membawa sebilah pisau. Dalam video itu, ISIS mengecam serangan udara AS terhadap ISIS dan memperkenalkan sandera lainnya, David Haines asal Inggris, yang disebut juga akan dieksekusi mati.
Video pemenggalan Foley juga menunjukkan Sotloff, seorang reporter AS, yang dikawal seorang militan ISIS berpakaian serba hitam. Dalam video itu, si militan ISIS memperingatkan bahwa Sotloff juga akan dibunuh, jika Presiden AS saat itu, Barack Obama, tidak menghentikan serangan udara terhadap ISIS di Irak. 

Baik Foley maupun Sotloff sama-sama memakai seragam oranye yang mirip dengan seragam yang dipakai tahanan terorisme di Guantanamo, Kuba atau di Abu Ghraib, Irak yang dikelola AS. 

Pada 2 September 2014, ISIS mengklaim telah memenggal Sotloff. Diketahui bahwa Sotloff bertahun-tahun bekerja sebagai wartawan di beberapa negara muslim, sebelum dilaporkan diculik di Suriah pada Agustus 2013. 

Dalam video yang diposting bersamaan klaim pemenggalan itu, Sotloff terlihat berlutut di sebuah gurun dengan di dekatnya terdapat seorang pria bermasker yang membawa sebilah pisau. Dalam video itu, ISIS mengecam serangan udara AS terhadap ISIS dan memperkenalkan sandera lainnya, David Haines asal Inggris, yang disebut juga akan dieksekusi mati.
Video pemenggalan Foley juga menunjukkan Sotloff, seorang reporter AS, yang dikawal seorang militan ISIS berpakaian serba hitam. Dalam video itu, si militan ISIS memperingatkan bahwa Sotloff juga akan dibunuh, jika Presiden AS saat itu, Barack Obama, tidak menghentikan serangan udara terhadap ISIS di Irak. 

Baik Foley maupun Sotloff sama-sama memakai seragam oranye yang mirip dengan seragam yang dipakai tahanan terorisme di Guantanamo, Kuba atau di Abu Ghraib, Irak yang dikelola AS. 

Pada 2 September 2014, ISIS mengklaim telah memenggal Sotloff. Diketahui bahwa Sotloff bertahun-tahun bekerja sebagai wartawan di beberapa negara muslim, sebelum dilaporkan diculik di Suriah pada Agustus 2013. 

Dalam video yang diposting bersamaan klaim pemenggalan itu, Sotloff terlihat berlutut di sebuah gurun dengan di dekatnya terdapat seorang pria bermasker yang membawa sebilah pisau. Dalam video itu, ISIS mengecam serangan udara AS terhadap ISIS dan memperkenalkan sandera lainnya, David Haines asal Inggris, yang disebut juga akan dieksekusi mati.
Kontraktor dan Wartawan Jepang

ISIS merilis video pada 24 Januari 2015 yang isinya mengklaim pihaknya telah memenggal seorang warga Jepang bernama Haruna Yukawa (42). 

Yukawa diketahui merupakan seorang kontraktor keamanan asal Jepang. Dia diculik ISIS di Suriah pada Agustus 2014.

Pada 31 Januari 2015, ISIS mengumumkan telah mengeksekusi mati warga Jepang lainnya bernama Kenji Goto (47). Goto dikenal sebagai wartawan perang yang sangat dihormati. Dia diculik ISIS saat mencari keberadaan Yukawa di Suriah.
Pilot Tempur Yordania 

Pada 3 Februari 2015, ISIS kembali merilis video yang menunjukkan seorang pilot pesawat tempur asal Yordania, Letnan Pertama Maaz al-Kassasbeh (26). Dalam video itu, Kassasbeh dibakar hidup-hidup di dalam sebuah kandang besar dari besi.

Kassasbeh ditangkap ISIS pada Desember 2014 setelah pesawat tempurnya jatuh di Suriah. Yordania diketahui menjadi bagian dari koalisi internasional yang memerangi ISIS di Suriah. Sebagai respons atas eksekusi mati Kassasbeh, militer Yordania melancarkan serangan udara terhadap posisi-posisi ISIS.

Warga Norwegia dan China 

Pada 18 November 2015, ISIS mengumumkan telah mengeksekusi mati sandera asal Norwegia bernama Ole-Johan Grimsgaard-Ofstad (48) dan sandera asal China bernama Fan Jinhui (50). Pengumuman itu disampaikan sekitar dua bulan setelah ISIS meminta uang tebusan untuk pembebasan kedua sandera asing tersebut. 

Grimsgaard-Ofstad diketahui diculik ISIS sesaat setelah tiba di Suriah pada Januari 2015. Sedangkan Fan Jinhui disebut sebagai seorang konsultan.

Comments

Popular posts from this blog

Kasus Covid-19 Melonjak, Polres Bogor Gelar Patroli Besar-Besaran

Serangan di Suriah, Biden: Iran Harus Berhati-hati

Pesawat Militer Meksiko Jatuh, 6 Tentara Tewas Termasuk Pilot