Busana Sasak yang Dikenakan Jokowi Sarat Simbol, TGB Ungkap Maknanya
Saat berpidato kenegaraan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengenakan busana adat Suku Sasak, Nusa Tenggara Barat. Ternyata busana ini sarat simbol. Tuan Guru Bajang (TGB) menguraikan makna di balik busana Jokowi.
TGB atau TGH Muhammad Zainul Majdi merupakan mantan Gubernur NTB. Dia menjelaskan bahwa busana adat Sasak yang dikenakan Jokowi biasa disebut Pegon. Ada sejumlah kelengkapan dalam busana Pegon, mulai dari bagian atas yakni ikat kepala yang disebut Sapuq.
"Sapuq, ikat kepala melambangkan penyerahan diri kepada Allah Sang Pencipta," kata TGB kepada wartawan, Jumat (16/8/2019).
Lambang penyerahan diri kepada Allah ada pada simbol huruf Lam Jalalah (huruf alif, dua lam, dan ha dalam huruf Arab Hijaiyah). TGB melihat simbol itu di Sapuq yang dikenakan Jokowi.
"Iya, (letak Lam Jalalah di sapuq) naik di tengah," kata TGB.
Sapuq yang dikenakan Jokowi berwarna gelap dengan aksen emas. Selain melambangkan penyerahan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, Sapuq juga merupakan simbol menghias diri dengan perbuatan baik.
"Juga ikhtiar untuk terus membersihkan diri dari sifat-sifat yang tidak baik dan menghiasi diri dengan sifat mulia," kata TGB.
Kelengkapan busana Pegon yang khas adalah kain songket sebagai bawahan. Kain songket ini juga ditambah dengan kain yang menjuntai ke tanah. Ada makna yang terkandung dalam kain-kain ini.
"Kain songket melambangkan perkhidmatan kepada masyarakat dan rakyat. Kain dalam yang menjuntai lurus ke bawah melambangkan kerendahan hati yang harus dimiliki setiap orang khususnya pemimpin," kata TGB.
Comments
Post a Comment