Rupiah Menguat ke Rp13.583 per Dolar AS pada Jumat Sore
Nilai tukar rupiah berada di Rp13.583 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Jumat (24/1) sore. Posisi tersebut menguat sebesar 0,41 persen dibandingkan nilai pada penutupan perdagangan pada Kamis (22/1), Rp13.639 per dolar AS. Best Profit
Sementara, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp13.632 per dolar AS atau melemah dibandingkan posisi Kamis (23/1), yakni Rp13.626 per dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp13.577 - Rp13.643 per dolar AS. Bestprofit
Sore hari ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau menguat terhadap dolar AS. Tercatat, yuan China menguat 0,5 persen, peso Filipina 0,37 persen, ringgit Malaysia 0,18 persen, dan won Korea Selatan 0,1, persen.
Selanjutnya, dolar Singapura terkerek 0,07 persen dan dolar Taiwan 0,04 persen.
Sementara, pelemahan terhadap dolar AS terjadi pada dolar Hong Kong sebesar 0,01 persen, bath Thailand 0,09 persen, dan yen Jepang 0,11 persen. PT Bestprofit
Di negara maju, mayoritas nilai tukar terpantau menguat terhadap dolar AS. Dolar Australia tercatat menguat 0,09 persen, dolar Kanada 0,04 persen, dan poundsterling Inggris 0,18 persen.
Kepala Riset PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menilai penguatan rupiah terhadap dolar AS ditopang oleh imbal hasil (yield) obligasi AS yang masih di level rendah. Selain itu, rupiah juga kian perkasa karena BI tidak menahan penguatan rupiah. PT Bestprofit Futures
"Neraca perdagangan bulan Desember yang membaik juga membantu penguatan rupiah," ujar Ariston kepada CNNIndonesia.com, Jumat (24/1).
Sementara, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp13.632 per dolar AS atau melemah dibandingkan posisi Kamis (23/1), yakni Rp13.626 per dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp13.577 - Rp13.643 per dolar AS. Bestprofit
Sore hari ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau menguat terhadap dolar AS. Tercatat, yuan China menguat 0,5 persen, peso Filipina 0,37 persen, ringgit Malaysia 0,18 persen, dan won Korea Selatan 0,1, persen.
Selanjutnya, dolar Singapura terkerek 0,07 persen dan dolar Taiwan 0,04 persen.
Sementara, pelemahan terhadap dolar AS terjadi pada dolar Hong Kong sebesar 0,01 persen, bath Thailand 0,09 persen, dan yen Jepang 0,11 persen. PT Bestprofit
Kepala Riset PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menilai penguatan rupiah terhadap dolar AS ditopang oleh imbal hasil (yield) obligasi AS yang masih di level rendah. Selain itu, rupiah juga kian perkasa karena BI tidak menahan penguatan rupiah. PT Bestprofit Futures
"Neraca perdagangan bulan Desember yang membaik juga membantu penguatan rupiah," ujar Ariston kepada CNNIndonesia.com, Jumat (24/1).
Comments
Post a Comment