Menperin Sebut Industri Farmasi Terpukul Virus Corona

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan industri farmasi terpukul oleh penyebaran wabah virus corona. Pasalnya, 95 persen kebutuhan bahan baku industri farmasi berasal dari impor. Best Profit

Dari kebutuhan bahan baku tersebut, 60 persen di antaranya diimpor dari China yang merupakan pusat penyebaran virus corona. Sementara itu, sisanya diimpor dari India dan negara lain.

Pukulan tersebut kata Agus, cukup mengkhawatirkan. Pasalnya, di tengah penyebaran virus corona, keberadaan farmasi cukup diperlukan. Bestprofit

"Industri farmasi cukup strategis yang berdampak pada kebutuhan masyarakat banyak. Apalagi saat ini terjadi wabah Corona yang membuat permintaan penanganan kesehatan masyarakat meningkat tajam, sehingga kebutuhan obat-obatan juga naik," kata Menperin seperti dikutip dari Antara, Rabu (11/3).

Agus mengatakan agar pukulan tersebut tidak berlanjut, ia mendorong percepatan substitusi impor farmasi dengan bahan baku lokal.  PT Bestprofit

Ia mengatakan industri farmasi merupakan salah satu industri nonmigas yang menjadi target pertumbuhan industri nasional. Percepatan substitusi impor bahan baku tersebut diharapkan bisa tidak hanya bermanfaat dalam menekan impor juga bisa mendorong peningkatan penerimaan devisa negara dan menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi dalam negeri. PT Bestprofit Futures

Virus corona mewabah di China dan menyebar ke beberapa penjuru dunia dalam waktu dua bulan belakangan ini. Virus sudah menginfeksi 119.132 orang di seluruh dunia hingga Rabu (11/3) ini. 

Dari total infeksi tersebut, 4.284 di antaranya meninggal dunia. Untuk Indonesia, sejauh ini sudah ada 27 kasus infeksi virus corona. 

Comments

Popular posts from this blog

Kasus Covid-19 Melonjak, Polres Bogor Gelar Patroli Besar-Besaran

Serangan di Suriah, Biden: Iran Harus Berhati-hati

Pesawat Militer Meksiko Jatuh, 6 Tentara Tewas Termasuk Pilot