Pemerintah Terbitkan Global Bond US$4,3 M di Tengah Corona

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pemerintah telah merilis surat utang negara global (global bond) berdenominasi dolar AS sebesar US$4,3 miliar pada Selasa (7/4) pagi. Global bond tersebut terdiri dari tiga seri yakni RI030, RI1050, dan RI0470. Best Profit


"Ini merupakan penerbitan bond terbesar dalam sejarah penerbitan bond denominasi dolar AS oleh pemerintah Indonesia," ujarnya melalui video conference, Selasa (7/4). Bestprofit

Rinciannya, seri RI030 sebesar US$1,65 miliar dengan tenor 10,5 tahun. Global bond ini akan jatuh tempo pada 15 Oktober 2030 dengan imbal hasil (yield) sebesar 3,9 persen. PT Bestprofit


Lebih lanjut, seri RI1050 sebesar US$1,65 miliar dengan tenor 30,5 tahun. Surat utang ini akan jatuh tempo pada 15 Oktober 2050 dengan yield sebesar 4,25 persen. PT Bestprofit Futures

Terakhir, seri RI0470 sebesar US$1 miliar dengan tenor 50 tahun. Surat utang jangka panjang ini akan jatuh tempo pada 15 April 2070 dengan 
yield sebesar 4,5 persen.

Ia menuturkan Indonesia merupakan negara pertama di Asia yang menerbitkan global bond pada periode penyebaran virus corona. Bahkan, mekanisme penerbitan maupun roadshow pemerintah juga dilakukan secara virtual berbeda dari penerbitan biasanya.

Bendahara negara mengklaim pemerintah berhasil mendapatkan tingkatan yieldyang lebih baik dibandingkan penerbitan global bond pada 2015 dan 2018 lalu. Meskipun, tak dapat dipungkiri pasar keuangan global tengah mengalami tekanan akibat pandemi. Ia menyatakan hal tersebut menggambarkan kepercayaan investor asing yang positif kepada perekonomian dan pengelolaan keuangan negara.

"Kondisi hari ini yang very volatile dan outflow lebih dari Rp130 triliun di SBN, kami mampu mendapatkan pricing atau yield yang lebih rendah," imbuhnya.

Khusus untuk seri RI0470 dengan tenor 50 tahun, Ani bilang merupakan surat utang dengan tenor terpanjang yang pernah diterbitkan oleh pemerintah. Menurutnya, pemerintah memanfaatkan besarnya preferensi investor global terhadap surat utang dengan tenor jangka panjang.


"Kami terbitkan global bond ini dalam rangka menjaga pembiayaan secara aman dan sekaligus menambah cadangan devisa Bank Indonesia,"ujarnya.

Secara terpisah, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menambahkan keberhasilan pemerintah dalam menerbitkan global bond mengartikan masih adanya kepercayaan pasar terhadap Indonesia di tengah perlambatan ekonomi global karena penyebaran virus corona.

"Keberhasilan global bond adalah bentuk kepercayaan di tengah ketidakpastian (ekonomi di dunia), tapi Indonesia masih dipercaya," ungkap Perry.

Comments

Popular posts from this blog

Mendag Bakal Beri Izin Impor Bawang Putih 90 Ribu Ton

Australia Mulai Vaksinasi Covid, Prioritas Nakes dan Lansia

Kasus Covid-19 Melonjak, Polres Bogor Gelar Patroli Besar-Besaran