BKPM Klaim Ketimpangan Investasi Antar Pulau Menipis

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyebut ketimpangan penanaman modal atau investasi antara Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa kian minim dan hampir berimbang. 
Best Profit

Bahlil mengungkap realisasi investasi di luar Pulau Jawa pada kuartal I 2020 sebesar 48,6 persen atau Rp102,4 triliun, sementara 51,4 persen lainnya atau setara Rp108,3 triliun berada di Pulau Jawa. Bestprofit
"Enam tahun terakhir baru kali ini investasi luar Jawa hampir berimbang dengan invesatsi di Jawa, bukti bahwa pembangunan infrastruktur di luar Jawa ada tanda positif dalam pemerataan investasi," ucapnya, lewat video conference pada Kamis (16/7). PT Bestprofit

Berdasarkan sebaran wilayah, Pulau Sumatera memegang investasi senilai Rp56,3 triliun atau 26,7 persen, Pulau Kalimantan sebesar 6,7 persen setara Rp14,2 triliun dan diikuti Pulau Papua sebesar Rp13,6 triliun atau 6,5 persen. 
PT Bestprofit Futures
Di posisi keempat ada Pulau Sulawesi dengan 6,2 persen atau setara Rp13 triliun dan terakhir Bali, NTT, dan NTB dengan akumulasi sebesar Rp5,3 triliun atau 2,5 persen.
"Salah satu daerah seperti Sulawesi yang dulunya tidak jadi lirikan, kini masuk lima besar, berimbang dengan pulau lainnya," lanjut Bahlil.
Sementara untuk negara yang paling banyak menanamkan modalnya di RI adalah Singapura. Pada kuartal I 2020, tercatat Negeri Jiran menanamkan US$2,72 miliar. Diikuti oleh China sebesar US$1,28 miliar.
Lebih lanjut, untuk realisasi investasi kuartal pertama 2020 sebesar Rp210,7 triliun atau 23,8 persen dari total target realisasi tahun ini, yaitu Rp886,1 triliun. Di posisi ketiga Hong Kong tercatat menanamkan US$634 juta, Jepang senilai US$604,26 juta, dan Malaysia sebesar US$479,9 juta. Sementara, akumulasi dari negara lainnya senilai US$1,07 miliar. Angka tersebut belum termasuk sektor hulu migas dan jasa keuangan.



Sepanjang kuartal pertama 2020 BKPM mencatat penanaman modal dalam negeri (PMDN) yang bernilai Rp112,7 triliun dan penanaman modal asing (PMA) senilai Rp98 triliun telah menerap sebanyak 303.086 tenaga kerja Indonesia (TKI). 

Comments

Popular posts from this blog

Kasus Covid-19 Melonjak, Polres Bogor Gelar Patroli Besar-Besaran

Serangan di Suriah, Biden: Iran Harus Berhati-hati

Pesawat Militer Meksiko Jatuh, 6 Tentara Tewas Termasuk Pilot