Rupiah Lemas Dengar Kabar Lockdown Jilid II Sejumlah Negara

 Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.705 per dolar ASpada perdagangan pasar spot Selasa (22/9) pagi. Mata uang garuda terkoreksi 5 poin atau 0,03 persen dari Rp14.705 dari posisi kemarin sore. Best Profit

Sementara, mata uang di Asia bergerak bervariasi. Tercatat, dolar Singapura melemah 0,02 persen, yen Jepang menguat 0,12 persen, baht Thailand melemah 0,23 persen.  Bestprofit

Kemudian, yuan China menguat 0,24 persen, dolar Hong Kong bergerak stagnan, ringgit Malaysia melemah 0,28 persen, dan peso Filipina melemah 0,12 persen.PT Bestprofit

Berbeda, mayoritas mata uang utama negara maju justru bergerak melemah terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris melemah 0,06 persen, dolar Kanada melemah 0,02 persen, euro Eropa melemah 0,09 persen, franc Swiss melemah 0,09 persen. Sementara, rubel Rusia berhasil menguat 0,17 persen.

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra memperkirakan rupiah bergerak melemah hari ini. Pasar khawatir beberapa negara akan kembali memberlakukan lockdown karena kasus penularan virus corona terus meningkat. PT Bestprofit Futures

"Rupiah berpotensi berbalik melemah hari ini dengan potensi kisaran Rp14.650-Rp14.850 per dolar AS," ucap Ariston kepada CNNIndonesia.com, Selasa (22/9).

"Penguatan dolar AS ini menyusul pelemahan indeks saham global kemarin karena berbagai kekhawatiran seperti mengenai kemungkinan lockdown kembali karena kenaikan kasus di beberapa negara Eropa dan paket stimulus fiskal AS yang masih tidak keluar," jelas Ariston. Pelemahan rupiah sejalan dengan proyeksi penguatan dolar AS terhadap mata uang yang lebih berisiko pagi ini di Pasar Asia. Di sini, pasar juga mencermati kebijakan fiskal AS yang tak kunjung terbit untuk pemulihan ekonomi di AS.

Comments

Popular posts from this blog

Kasus Covid-19 Melonjak, Polres Bogor Gelar Patroli Besar-Besaran

Serangan di Suriah, Biden: Iran Harus Berhati-hati

Pesawat Militer Meksiko Jatuh, 6 Tentara Tewas Termasuk Pilot