IHSG Diprediksi 'Tertular' Kenaikan Kasus Covid-19

  

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melemah pada perdagangan Senin (23/11), dipicu oleh meningkatnya kasus virus corona (covid-19) secara global. 

Best Profit

Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan pergerakan indeks hari ini juga akan dibebani mulai memudarnya optimisme vaksin covid-19, sehingga ia melihat peluang indeks konsolidasi melemah. Bestprofit

Apalagi, lanjut dia, akhir-akhir ini pasar modal telah mengalami kenaikan yang signifikan.

"Ditambah masalah stimulus dan pasar keuangan yang naik banyak beberapa pekan terakhir, sehingga membuka koreksi sehat IHSG," katanya dikutip dari riset. PT Bestprofit

Ia memproyeksi IHSG akan bergerak di rentang support 5.541-5.462 dan resistance di level 5.628-5,.657.

Sepaham, Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan memprediksi indeks bakal terkoreksi, dikarenakan lesunya sentimen. PT Bestprofit Futures

Dia memproyeksikan indeks saham bergerak di rentang support 5.652-5.546 dan resistance 5.611-5.652."Serta (karena) kasus covid-19 secara global masih menjadi sorotan, di berbagai negara banyak berkembang kasus baru," jelasnya. Lowongan Kerja

Di sisi lain, saham-saham utama Wall Street ditutup tertekan pada perdagangan Jumat (20/11). Indeks Dow Jones merah 0,75 persen ke level 29.263, S&P 500 turun 0,68 persen ke level 3.557, dan Nasdaq Composite melemah 0,42 persen menjadi 11.854.

Comments

Popular posts from this blog

Kasus Covid-19 Melonjak, Polres Bogor Gelar Patroli Besar-Besaran

Serangan di Suriah, Biden: Iran Harus Berhati-hati

Pesawat Militer Meksiko Jatuh, 6 Tentara Tewas Termasuk Pilot